Berulangkali Al-Quran menjelaskan bahwa Islam adalah suatu agama yang ajarannya terkait dengan fitrat manusia. Islam menekankan bahwa suatu agama yang berakar pada fitrat manusia akan dapat mengatasi waktu dan ruang. Fitrat manusia tidak akan berubah. Dengan demikian, agama yang benar-benar berakar pada fitrat manusia juga tidak akan mengalami perubahan asal saja agama tersebut tidak terlalu mencampuri situasi-situasi transien manusia dalam kurun waktu mana pun dalam sejarah kehidupannya. Bila agama tersebut tetap bersiteguh pada prinsip-prinsip yang bersumber pada fitrat manusia maka agama itu memiliki potensi untuk menjadi agama universal.

Islam malah selangkah lebih maju. Dengan kebesaran hati, Islam menyatakan bahwa semua agama di dunia sedikit banyak juga sama memiliki sifat universal tersebut. Dengan kata lain, dalam setiap agama samawi dapat ditemukan inti ajaran yang terkait dengan fitrat manusia dan kebenaran abadi. Inti ajaran agama itu akan tetap tidak berubah kecuali jika pengikutnya mencemari ajaran tersebut di kemudian hari.
Ayat berikut ini akan memperjelas masalah di atas :

Padahal mereka (Ahli Kitab) tidak diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan tulus ikhlas dalam ketaatan kepada- Nya dan dengan lurus serta mendirikan salat dan membayar zakat. Dan itulah agama yang benar. (S.98 Al-Bayyinah : 6)

Maka hadapkanlah wajahmu untuk berbakti kepada agama dengan kebaktian selurus-lurusnya. Dan turutilah fitrat yang diciptakan Allah, yang sesuai denga